Selasa, 20 Januari 2015

PENEMUAN HEBAT BIOLOGI: VAKSIN


          Melalui penerapan bioteknologi, berbagai penyakit yang disebabkan oleh virus telah dapat dihindari dengan menggunakan vaksin. Prinsip dasar dari penggunaan vaksin adalah tubuh menghasilkan anti bodi untuk melawan serangan virus. Vaksin merupakan suspensi mikroorganisme antigen (misal virus atau bakteri patogen) yang permukaannya/toksinnya telah dimatikan atau dilemahkan. Pemberian vaksin (vaksinasi) menyebabkan tubuh bereaksi membentuk antibodi, sehingga kebal terhadap infeksi patogen dikemudian hari.
Pembuatan Vaksin
Pada awalnya, vaksin dibuat secara konvensional.sejarah mencatat berbagai penemuan vaksin yang mencegah berbagai penyakit pandemik.tahun 1796, Edward Jenner menemukan vaksin untuk cacar air. Tahun 1885, Louis Pasteur menemukan vaksin untuk rabies.kemudian diikuti penemuan vaksin untuk penyakit yang lainnya.
Beberapa tipe vaksin yang dibuat melalui metode konvensional adalah sebagai berikut:
1.      Vaksin yang berasal dari patogen yang telah dimatikan oleh bahan kimia atau oleh pemanasan. Misalnya, vaksin influenza, kolera, dan hepatitis A. Tipe vaksin ini hanya membentuk respons kekebalan sementara.
2.      Vaksin yang berasal dari patogen yang dilemahkan. Misalnya, vaksin campak dan vaksin gondong. Tipe vaksin ini menimbulkan respons kekebalan yang lebih lama masanya.
3.      Vaksin yang berasal dari senyawa patogenik mikroorganisme yang dibuat tidak aktif . misalnya, vaksin tetanus dan difteri.
Akan tetapi, produksi vaksin secara konvensional tersebut menimbulkan berbagai efek samping yang merugikan karena Patogen yang digunakan untuk membuat vaksin mungkin masih melakukan proses metabolisme (pada organisme seperti bakteri) sehingga masih bisa menyebabkan penyakit, ada sebagian orang yang alergi terhadap sisa-sisa sel yang ditinggalkan dari produksi vaksin, meskipun sudah dilakukan proses pemurnian.
Untuk mengurangirisiko tersebut, sekarang ini di kembangkan pembuatan vaksin dengan menggunakan rekayasa genetika. Prinsip-prinsip rekayasa genetika dalam pembuatan vaksin adalah berikut:
1.      Mengisolasi (memisahkan) gen-gen pengebab sakit dari virus atau patogen.
2.      Menyisipkan gen-gen tersebut ke dalam sel bakteri atau kultur sel hewan. Sel bakteri atau sel hewan yang telah disisipi gen itu disebut rekombinan.
3.      Rekombinan tersebut akan menghasilkan antigen. Selanjutnya rekombinan akan dikultur sehingga diperoleh antigen dalam jumlah banyak.
4.      Antigen itu diektraksi untuk digunakan sebagai vaksin.

Contoh vaksin yang telah dibuat dengan cara ini adalah vaksin untuk penyakit poliomyelitis, gondong, cacar air, rubela, dan rabies. Bagi saya, penemuan Vaksin adalah luar biasa, terlepas dari kontroversi pro dan kontra dalam masyarakat.

0 komentar:

Posting Komentar